Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 28, 2025

Bahasa Gaul dalam Cerpen Siswa: Merusak Sastra atau Justru Bikin Cerita Makin Hidup?

Gambar
Selama ini, banyak orang tua atau guru merasa khawatir ketika melihat anak remaja menggunakan bahasa gaul dalam tulisan mereka. Ada anggapan bahwa istilah kekinian seperti "mager," "nggak peka," atau "gaskeun" bisa merusak keindahan bahasa Indonesia dan menurunkan kualitas sebuah karya sastra. Namun, sebuah penelitian terbaru terhadap cerpen-cerpen karya siswa MA MP UIN Jakarta justru menunjukkan fakta yang berbeda dan menarik. Penggunaan bahasa gaul ternyata tidak selalu berdampak buruk; sebaliknya, jika digunakan dengan pas, bahasa ini bisa menjadi bumbu yang membuat cerita terasa jauh lebih segar. (Ilustrasi Siaswa MA MP UIN Jakarta dalam Lomba Cerpen pada HUT MP ke-51/Gemini) Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan membedah lima cerpen pilihan yang ditulis oleh para siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa gaul berfungsi sebagai alat identitas yang kuat bagi remaja. Saat seorang tokoh dalam cerpen menggunakan istilah "mager"...