Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Bahasa Gaul dalam Cerpen Siswa: Merusak Sastra atau Justru Bikin Cerita Makin Hidup?

Gambar
Selama ini, banyak orang tua atau guru merasa khawatir ketika melihat anak remaja menggunakan bahasa gaul dalam tulisan mereka. Ada anggapan bahwa istilah kekinian seperti "mager," "nggak peka," atau "gaskeun" bisa merusak keindahan bahasa Indonesia dan menurunkan kualitas sebuah karya sastra. Namun, sebuah penelitian terbaru terhadap cerpen-cerpen karya siswa MA MP UIN Jakarta justru menunjukkan fakta yang berbeda dan menarik. Penggunaan bahasa gaul ternyata tidak selalu berdampak buruk; sebaliknya, jika digunakan dengan pas, bahasa ini bisa menjadi bumbu yang membuat cerita terasa jauh lebih segar. (Ilustrasi Siaswa MA MP UIN Jakarta dalam Lomba Cerpen pada HUT MP ke-51/Gemini) Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan membedah lima cerpen pilihan yang ditulis oleh para siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa gaul berfungsi sebagai alat identitas yang kuat bagi remaja. Saat seorang tokoh dalam cerpen menggunakan istilah "mager"...

Penilaian Kontinu: Rahasia Guru Bahasa Indonesia Meningkatkan Semangat dan Prestasi Siswa

Gambar
  Jurnal dapat diunduh di sini https://jurnal.umj.ac.id/index.php/holistika/article/view/11527 Unduh di Sini Di tengah tantangan dunia pendidikan, ada satu pendekatan sederhana namun berdampak besar yang bisa meningkatkan semangat belajar siswa: penilaian kontinu . Metode ini diterapkan oleh Muttaqillah, seorang guru Bahasa Indonesia di MI Pembangunan UIN Jakarta. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa penilaian yang dilakukan secara terus-menerus ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan kemampuan siswa , khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. 🎯 Apa Itu Penilaian Kontinu? Penilaian kontinu adalah penilaian yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan , tidak hanya pada saat ujian saja seperti PTS atau PAS. Setiap kegiatan belajar, seperti mencatat, berdiskusi, latihan, dan tugas, dinilai oleh guru. Bahkan, siswa pun ikut aktif mencatat nilai mereka sendiri dalam blanko penilaian. Dengan metode ini, siswa merasa diawasi dan dihargai atas usaha mereka, ...

Mana Lebih Efektif: Menyimak Teks Lisan atau Teks Tulis?

Gambar
  Selama masa pandemi, pembelajaran daring menjadi pilihan utama di sekolah-sekolah. Di tengah keterbatasan ini, seorang guru dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Muttaqillah, mencoba melakukan eksperimen unik: menguji perbedaan kemampuan siswa dalam menyimak teks lisan dan teks tulis . Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan UIN Jakarta, menggunakan media Google Form sebagai alat bantu. Hasilnya cukup mengejutkan— siswa lebih baik dalam menyimak teks tulis daripada teks lisan . Apa yang Dimaksud Menyimak Lisan dan Tulisan? Menyimak lisan adalah proses mendengarkan suara, seperti guru berbicara langsung atau melalui rekaman video. Menyimak tulisan berarti membaca teks secara diam-diam atau nyaring, lalu memahami isinya. Keduanya penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Namun, apakah hasilnya sama? Cara Penelitian Dilakukan Penelitian ini melibatkan 18 siswa yang mengikuti tes melalui Google Form. Materi yang d...

"Tarim" dan P5RA: Solusi Cerdas Menjaring Cerpen Siswa di Era Digital

Gambar
  Oleh: Drs. Muttaqillah, M.Pd. Mengumpulkan karya tulis siswa, terutama cerpen, seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi guru Bahasa Indonesia. Tantangan ini tak hanya pada aspek teknis, seperti pengumpulan dan penyuntingan, tapi juga dalam hal bagaimana membuat karya tersebut bermakna dan berdampak. Berangkat dari kebutuhan itu, lahirlah metode TARIM — singkatan dari Tidak Ribet dan Memudahkan — yang menjadi inovasi cerdas di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Apa itu TARIM? TARIM bukan sekadar metode, melainkan pendekatan yang menggabungkan teknologi, kreativitas, dan kepraktisan. Melalui aplikasi Google Form yang diintegrasikan dalam LMS (Learning Management System) milik madrasah, siswa dapat langsung menulis dan mengirim cerpen mereka secara daring. Tidak perlu lagi mengumpulkan lembaran kertas atau mengetik ulang naskah secara manual. Berpijak pada Kegiatan P5RA TARIM tidak berdiri sendiri. Ia berpadu apik dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmat...

Menulis Eksposisi Tak Lagi Sulit: Cukup Mulai dari Menulis Berita!

Gambar
  “Aduh, nulis karangan eksposisi itu susah!” Kalimat ini mungkin sering terdengar di ruang-ruang kelas. Padahal, eksposisi—jenis tulisan yang menjelaskan atau memaparkan sesuatu—adalah salah satu bentuk tulisan penting dalam dunia pendidikan, jurnalistik, bahkan dakwah. Tapi ada kabar baik: menulis eksposisi ternyata bisa jadi mudah dan menyenangkan , asal dimulai dari kegiatan yang akrab dan menarik, yaitu menulis berita ! 🎯 Apa yang Dilakukan dalam Penelitian Ini? Penelitian dilakukan di kelas X MA Pembangunan UIN Jakarta. Siswa awalnya mengalami kesulitan menulis eksposisi; nilai rata-rata mereka bahkan belum mencapai standar minimum (KKM). Lalu guru mencoba pendekatan baru: mengajak siswa menulis berita! Kegiatan menulis berita bukan sekadar latihan biasa. Para siswa diajak: Membaca berita dari media cetak dan digital. Mengidentifikasi unsur 5W + 1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana). Mencoba membuat berita sendiri dari kegia...
Gambar
  Abstrak: Kalimat majemuk setara merupakan kalimat yang terdiri atas dua atau lebih klausa yang memiliki kedudukan sejajar, tanpa adanya hubungan induk-anak kalimat. Klausa-klausa tersebut dihubungkan oleh konjungsi tertentu dan masing-masing dapat berdiri sebagai kalimat utuh. Berdasarkan makna hubungan antarklausanya, kalimat majemuk setara dibagi menjadi empat jenis, yaitu: (1) kalimat majemuk setara sejalan, yang menyatakan peristiwa atau tindakan saling mendukung dan berurutan; (2) kalimat majemuk setara berlawanan, yang menyatakan pertentangan atau perbedaan antara dua gagasan; (3) kalimat majemuk setara pemilihan, yang menyajikan pilihan atau alternatif; dan (4) kalimat majemuk setara penegasan, yang berfungsi untuk memperkuat atau menekankan klausa sebelumnya. Setiap jenis memiliki ciri dan konjungsi khas yang mencerminkan makna hubungannya, sehingga penting untuk dipahami dalam pembelajaran sintaksis dan pemakaian bahasa tulis maupun lisan. Kata Kunci: kalimat majemu...

Cara Cepat menjaring Cerpen dalam Kegiatan P5RA

Gambar
 Anda dapat Mengunduh di sini https://drive.google.com/file/d/1W2DD8dO_g4ATW2isPJngmfGcKQ0iOUr5/view?usp=sharing Abstrak .  Latar yang menyebabkan lahirnya tulisan ini adalah jarangnya karya siswa yang terpublikasi, disebabkan karena tidak terkumpulnya karya siswa. Rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimana menjaring cerpen dengan Tarim? (2) Bagaimana pemanfaatan google form dalam menjaring cerpen dengan Tarim? (3) Bagaiman hasil penjaringan cerpen dengan Tarim? Tujuan penulisan best practice ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Cara menjaring cerpen dengan Tarim. (2) Pemanfaatan google form dalam menjaring cerpen dengan Tarim. (3) Mendapatkan hasil penjaringan cerpen dengan Tarim. Jadi melalui Tarim yang di dalamnya melibatkan aplikasi Google Formulir tujuannya adalah akan memudahkan guru mengumpulkan karya siswa berupa cerpen secara cepat. Penulis menggunakan metode eksperimen untuk menghasilkan sebuah karya siswa yang ternyata hasilnya memuaskan. Penelitian ini menghasilkan k...

Peningkatan Kemampuan Menulis

Gambar
 Anda dapat melihat jurnal terkait dengan peningkatan kemampuan menulis  https://drive.google.com/file/d/1uJ9SwwbDcsOJnTg7eI0jGEAkvEzbZg1F/view?usp=sharing ABSTRAK Penelitian yang bersifat tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis eksposisi pada siswa kelas X Madrasah Aliyah UIN Jakarta. Upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis tersebut dilakukan melalui kegiatan menulis berita. Kegiatan menulis berita merupakan salah satu kegiatan untuk menggairahkan siswa dalam menulis karangan eksposisi. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus. Sebelum dilakukan tindakan, kemampuan menulis eksposisi siswa kelas X belum memuaskan yaitu bawah KKM, sebesar 64, sedangkan KKM yang ditentukan sebesar 65. Lalu pada langkah berikutnya dilakukan tindakan dengan kegiatan menulis berita. Selama dilakukan tindakan, peneliti melakukan pengamatan untuk melihat motivasi, dan antusiasme siswa dalam kegiatan menulis berita. Lalu peneliti mewawancarai siswa untuk memberikan jawab...